Sayonara: Hal-hal yang Saya Ingat Dari Tahun 2017

Hello, survivors.

 

Selamat datang di postingan paling subjektif di blog saya setiap tahunnya. Biasanya, saya akan menulis tentang buku-buku apa saja yang berhasil saya lahap dan target banyaknya buku yang akan saya baca di tahun 2018. TAPIIIII, karena resolusi baca bukunya hampir GAGAL TOTAL, jadi saya akan bahas musik, film, series, dan pengalaman-pengalaman yang berkesan di tahun 2017 kemarin. So, brace yourself.

 

Buku-buku yang Saya Baca di Tahun 2017

Dari target tujuh belas buku, tahun 2017 kemarin saya hanya membaca… empat. Payah banget memang LOL. Uniknya, keempat buku ini bukan buku yang saya beli. Apa aja sih bukunya?  Continue reading “Sayonara: Hal-hal yang Saya Ingat Dari Tahun 2017”

Advertisements

Jester Suit

yura-3

Sudah dua minggu terakhir ini saya tersihir dengan album perdana Yura.

Anyway, Yura Yunita alias Yunita Rachman ini adalah salah satu kontestan The Voice Indonesia Season 1. Saya kurang hapal sih sepak terjang mojang Bandung ini bagaimana di ajang pencarian bakat yang (konon katanya) rating-nya kurang oke. Namun, yang jelas, Yura ini bahkan nggak tembus ke Top 24. But, look at her now, Glenn Fredly yang notabene adalah coach-nya saat di The Voice Indonesia sekarang memproduseri album perdananya yang menurut saya KEREN BANGET.

Album self-titled Yura ini terbilang unik, dan keunikannya nggak terhenti dari warna suaranya saja, melainkan Continue reading “Jester Suit”

Satu Hari di Bulan Juni

tulus

Jika kamu tinggal di Indonesia dan sampai detik ini belum tahu bahwa Tulus bukan hanya sekedar salah satu hits single dari band Radja beberapa tahun ke belakang, maka saya akan menghampiri kamu dan berbisik, “Cuy, ke mana aja?”.

Saya nggak akan bertele-tele menjabarkan siapa Tulus di postingan kali ini—saya pernah membahas bujang dari Bandung ini di sini. Cukup ketik ‘Tulus Sewindu’ di YouTube dan, voila, selamat bergabung di Hamba Sahaya Pecinta Tulus dan Lagu-lagunya.

Perihal musikalitas Tulus, biarlah para musisi atau jurnalis musik yang membahasnya—mereka lebih mengerti. Yang akan saya tulis di sini adalah Continue reading “Satu Hari di Bulan Juni”

Me (NOT!) Against The Music

large

Sepanjang tahun 2014 ini, kamu ditemani oleh lagu-lagu dari musisi siapa saja?

For the love of music, walaupun kebanyakan materi karya mereka saya dapatkan secara ilegal, saya akan membuat daftar lima album terbaik versi saya di tahun 2014 dan 10 lagu yang literally saya putar terus-menerus karena lagunya enakeun banget sepanjang tahun 2014 ini!

Okay, here we go. Sepuluh lagu yang saya denger lagi dan lagi di tahun 2014 versi Ranna.

(dari nomor 10 ke nomor 1)

Red Velvet – “Be Natural” | Single (2014)

Ariana Grande – “Only 1” | My Everything (2014)

Tulus – “Satu Hari di Bulan Juni” | Gajah (2014)

Yuna – “Colors” | Nocturnal (2013)

Ed Sheeran – “Thinking Out Loud” | x (2014)

Taylor Swift – “All You Had To Do Was Stay” | 1989 (2014)

EXO – “Growl” | XOXO (2013)

Payung Teduh – “Berdua Saja” | Dunia Batas (2012)

Galaxie 500 – “Tugboat” | OST. The Perks of Being A Wallflower (2013)

Lana Del Rey – “Brooklyn Baby” | Ultraviolence (2014)

Bagaimana dengan album?

  1. Yuna – “Nocturnal”

Yuna-Nocturnal-5001

Sebenarnya, saya sudah lama tahu tentang Yuna. Saat itu saya sedang mengakses situs resmi Billboard dan tetiba muncul foto Yuna dengan caption kurang lebih “Artis Malaysia Pertama yang Menembus Billboard”. Saya kaget, karena penampilan Yuna sangat jauh berbeda dengan penyanyi-penyanyi cewek kebanyakan di Amerika Serikat. Well, memang sih Yuna lebih sering mengenakan turban untuk mempromosikan album internasionalnya, but still dia masih menutup aurat sebagai seorang muslimah. Terus, apa yang bikin saya akhirnya mau mendengarkan lagu-lagunya? Semua karena salah satu artikel dari Huffington Post yang berjudul “20 Artists To Start Listening To In 2014”, dan Yuna ada di urutan 19. Dan, album internasional Yuna memang keren banget! Perpaduan musik ala Melayu dan modern campur aduk menjadi harmonis di setiap lagunya di album ini.

Recommended songs: Falling, Rescue, Comeback, I Wanna Go, Colors.

  1. Ed Sheeran – “x”

cover326x326

Dulu, saya gak pernah ngerti kenapa orang-orang bisa cinta banget sama Ed Sheeran, rising star dari Inggris ini. Ketika lagu “The A Team”-nya meledak dan bikin nama Sheeran melejit, saya gak bisa nikmatin lagunya sama sekali. Ng, mungkin karena saya memang gak terlalu suka dengan konsep solois pria bergitar. Beberapa minggu yang lalu, entah mengapa teman-teman saya di Path tetiba sering “now listening to” lagu-lagunya Ed Sheeran dari album keduanya, “x”. Iseng, saya coba tonton MV-nya yang berjudul “Thinking Out Loud” dan tertegun… INI KOK BAGUS LAGUNYA? Saya langsung unduh satu album dan semua lagunya gak ada yang gak asik. No wonder kalau album ini masuk nominasi Album of the Year di Grammy Awards 2015 bersaing dengan Beck, Beyonce, Sam Smith, dan Pharrell William.

Recommended songs: Thinking Out Loud, One, Sing, Don’t, I’m A Mess.

  1. Ariana Grande – “My Everything”

Ariana-Grande-Unveils-My-Everything-Album-Cover

Salah satu album yang paling ditunggu-tunggu di tahun 2014. Buat yang sudah mengikuti Ariana Grande dari tahun lalu (termasuk saya), pastinya agak kaget dengan perubahan imej Ariana yang cukup drastis. Debut dengan album “Yours Truly” lengkap dengan imej innocent girl-nya, Oktober kemarin Ariana merilis “My Everything” dengan imej yang lebih seksi dan fierce. Imej barunya ini berimbas ke semua lirik lagunya. Eits, lagu-lagunya masih ear-catchy kok walaupun gak sebagus lagu-lagu di album perdananya.

Recommended songs: Problem, Only 1, Love Me Harder, Bang Bang, Cadillac Song (bonus track)

  1. Lana Del Rey – “Ultraviolence”

8dda5e1b

Ugh, what can I say? This is one of the best albums this year. Imej Lana Del Rey masih sama seperti dua album sebelumnya (daddy issue, obsessed with death, etc), tapi yang membedakan album ini adalah dari genre-nya yang lebih rock (slow rock sih lebih tepatnya). Semua berkat kolaborasi apik dengan Dan Auerbach, gitaris The Black Keys. Ah, I’m too speechless to explain the awesomeness of this album.

Recommended songs: West Coast, Shades of Cool, Brooklyn Baby, Ultraviolence, The Other Woman.

  1. Taylor Swift – “1989”

Taylor_Swift_-_1989

The most unpredictable album this year. Taylor Swift yang biasanya selalu sukses ngejual album dan ngeborong penghargaan bergengsi dengan genre country justru malah berekspreimen dengan genre pop untuk album terbarunya. Hasilnya? Totally amazing. Masalah lirik, gak perlu dipertanyakan. She’s one of the most talented song lyrics, IMO, and I’m not even a fan of her! Kamu bisa tanya teman-teman kampus saya dan mereka tahu benar how much I hate her, especially waktu dia memboyong piala Grammy Awards mengalahkan Lady Gaga (I was a huge fan of Gaga. Now? Just a fan. That’s all). Siapa sangka kalau gadis country ini justru bisa merilis album pop terbaik tahun ini.

Recommended songs: Out of The Woods, Wildest Dream, All You Had To Do Was Stay, Style, Blank Space.

Special appreciation

tulus-gajah

Saya jarang mendengarkan lagu-lagu Indonesia, tapi bukan berarti saya cuek dengan perkembangan musik di negara saya sendiri. Banyak kok musisi-musisi lokal yang karyanya luar biasa. Kudos buat Tulus dan album keduanya “Gajah”. Tahun ini benar-benar menjadi tahunnya Tulus. Videoklipnya mulai sering tayang di TV nasional dan bahkan dapat penghargaan sebagai Artis Baru Terbaik Lelaki di Anugerah Planet Muzik 2014. Once again, congrats!