The Curious Case of Syahir Perdana, The Young and Gorgeous Policeman

syahir perdana

 

I am a big fan of Agatha Christie’s novels since I was 10. Novel Agatha Christie pertama yang saya baca (dengan susah payah, tentunya) adalah Pembunuhan Atas Roger Ackroyd—salah satu novel terbaik yang beliau tulis semasa hidupnya. Nggak butuh waktu lama untuk mencintai Hercule Poirot, Miss Marple, dan detektif-detektif fiktif ciptaan beliau, karena sebelumnya saya sudah gemar membaca manga Detective Conan karya Aoyama Gosho. Sejak saat itu, saya selalu tertarik dengan kasus-kasus misterius nan aneh—baik yang sudah terpecahkan maupun yang masih menjadi misteri, juga yang fiktif seperti di film-film ataupun yang nyata dan menjadi berita utama nasional dan internasional.

 

Suatu malam, dengan mata setengah mengantuk, saya masih scrolling timeline Instagram saya dan entah mengapa saya berhenti di akun dengan usernamedzilikramf’. Pandangan saya langsung tertuju pada foto batu nisan yang masih bertaburan bunga-bunga segar. Setelah membaca caption-nya, diperoleh info bahwa itu adalah makam kakak kandungnya yang bernama Syahir Perdana. Saya coba mengakses akun Instagram-nya yang ber-follower puluhan ribu, tetapi akunnya dikunci. Namun, berdasarkan dua foto (dan juga beberapa foto lain) yang Fazar Dzil ini unggah, akhirnya saya bisa tahu rupa dari almarhum yang tutup usia di angka 24.

 

“Wah, gak heran follower-nya banyak. Ganteng gini. Polisi pula,” komentar saya dalam hati. “Eh, tapi meninggal gara-gara apa ya?”

 

Iseng, saya coba google nama ‘Syahir Perdana’ dan saya cukup kaget dengan hasil pencarian tersebut. Mata saya yang tadinya sudah lima watt, justru malah segar kembali karena asyik menelusuri artikel demi artikel hanya untuk memenuhi rasa penasaran saya.

 

Berikut beberapa hasil yang saya peroleh dari Internet:

  1. Syahir Perdana meninggal di usia 24 tahun, tetapi entah mengapa media-media menulis 23 tahun. Berdasarkan Instagram Fajar (adik almarhum), Syahir lahir pada tanggal 14 Januari 1992 dan meninggal pada Jumat, 5 Februari 2016,
  2. Almarhum ditemukan oleh temannya di rumah dinasnya yang terletak di samping Markas Polresta Bandar Lampung pada Sabtu, 6 Februari 2016 sekitar pukul empat sore,
  3. Hasil otopsi menyatakan bahwa almarhum meninggal seketika karena luka kepala yang diakibatkan oleh tembakan pistol almarhum dari sisi kepala kanan dan menembus ke bagian belakang kepala,
  4. Motif almarhum bunuh diri diperkirakan karena putus asa akan sakit di lambungnya yang nggak kunjung sembuh.

 

Saya mengernyitkan dahi sambil membaca beberapa komentar netizen, baik di akun adik kandung Syahir Perdana maupun di artikel-artikel (bahkan forum-forum) yang sudah saya baca. Banyak yang menyayangkan kepergian Syahir Perdana. Namun, lebih banyak lagi yang penasaran: apa benar almarhum memutuskan untuk bunuh diri karena nggak tahan dengan penyakit lambungnya yang—menurut orang-orang di sekitar Syahir—sudah cukup lama diderita? Saya adalah salah satu yang penasaran bahwa ada sesuatu yang janggal dalam kasus ini.

 

“Masa sih cuma gara-gara sakit lambung doang sampai putus asa?”

“Ya ampun, polisi kok mentalnya begini?”

“Bukannya dia anak orang kaya ya? Kenapa gak berobat aja sih biar sembuh?”

 

Kira-kira, tiga pernyataan di atas yang mendominasi komentar-komentar netizen setelah membaca detil kasus ini (di samping ucapan bela sungkawa, tentunya). Saya tergelitik untuk menyusuri beberapa artikel lain di Internet karena saya curiga adanya kemungkinan munculnya anxiety disorder pada seseorang yang diakibatkan oleh sakit berkepanjangan. Dan, sepertinya memang ada.

 

4805249435435008

 

Mari berkenalan dengan istilah ‘gangguan psikosomatis’. Secara singkat, Gangguan Psikosomatis ini merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan penyakit fisik yang diduga disebabkan/diperparah oleh faktor mental (stress atau rasa cemas). Terlebih lagi, dalam psikologi, istilah Gangguan Psikosomatis merupadakan kondisi tertentu yang menyebabkan rasa sakit pada tubuh secara fisik dan nggak terdeteksi melalui pemeriksaan sinar X atau tes darah. Bisa jadi, Almarhum Syahir Perdana ini menderita gangguan psikosomatis yang memperparah penyakit lambungnya yang menahun—dan juga mempengaruhi keadaan mentalnya.

 

Salah satu artikel di Internet menjelaskan kemungkinan motif bunuh diri lain dari Syahir Perdana. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Zarialdi menyatakan bahwa, sebelum meninggal, almarhum ini memang kebetulan sedang menghadapi banyak masalah, baik di lingkungan kerja maupun di kehidupan pribadinya. Zarialdi berpendapat gagal dipindahtugaskan ke Pulau Jawa bisa jadi salah satu motif bunuh diri almarhum. Belum lagi, ketika Zarialdi mengonfirmasi kepada pacar Syahir, Yaumil Navira, diperoleh bahwa mereka sedang ada masalah juga. Moreover, ibunda Syahir yang menderita penyakit jantung juga diduga menjadi salah satu beban pikirannya. Dan, jangan lupa bahwa Syahir Perdana ini sudah menjabat sebagai Kanit Idik II/Tipikor Satreskrim Polresta Bandar Lampung di usia yang relatif masih sangat muda. Kebayang dong beban yang harus almarhum tanggung setiap harinya?

5969221811437568

Fajar (kiri) dan Alm. Syahir (kanan)

 

Bisa jadi pepatah ‘nobody is perfect’ ini cocok untuk menggambarkan kisah Syahir Perdana ini. Rupawan, kaya, sukses di usia muda, nggak menjamin hidupnya completely happy dan pikirannya lepas dari rasa cemas. Mungkin jika semasa hidupnya almarhum mau terbuka sedikit tentang penyakit lambungnya dan masalah-masalahnya yang lain, beban dari kedua pundak Syahir Perdana akan terangkat sedikit. Sayang, semua beban tersebut malah menghimpit polisi muda ini, sehingga ia memutuskan untuk mengunci rumahnya, meletakan bantal di sisi kanan kepalanya, lalu menarik pelatuk senjata api miliknya… hingga satu peluru itu menembus kepalanya.

 

Semoga almarhum di terima di tempat terbaik oleh Allah SWT.

 

 

Sumber:

Lampost.co

Antara Lampung

Kompas

Teras Lampung

Pos Metro

Detik News

Alo Dokter

Advertisements

2 thoughts on “The Curious Case of Syahir Perdana, The Young and Gorgeous Policeman

  1. Wah aku gak denger soal kasus Syahir Perdana ini.. Tapi emang good looking! Gone too soon for his young age ya. Gak heran bikin kepo, apa yang sebenarnya terjadi dengannya #jengjeng..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s