BOOKS I’VE READ IN 2015

tumblr_lyeklsuhfA1rni043o1_1280

 

Mungkin jika ditanya apa satu kata yang bisa mendeskripsikan tahun 2015, jawab saya: Alhamdulillah. Alhamdulillah karena hampir sebagian resolusi saya di tahun 2015 (yang saya catat di sebuah buku) bisa terlaksana. Jadi, jika kamu pikir orang-orang yang bikin resolusi itu percuma, I’m sorry because it didn’t happen to me. Bweeeeeek~

 

Salah satu resolusi 2015 yang paling ambisius dan berhasil saya capai adalah membaca tiga belas buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Saya sendiri nggak menyangka kalau ternyata saya bisa membaca lebih dari tiga belas buku—tepatnya enam belas buku tahun ini. 95 persen buku yang saya baca tahun ini adalah buku-buku yang saya tulis di resolusi 2015. Berikut adalah daftarnya (yang saya urutkan dari buku yang saya baca di awal Januari 2015 sampai Desember 2015):

  1. “A Very Yuppy Wedding” – Ika Natassa
  2. “Divortiare” – Ika Natassa
  3. “Twivortiare” – Ika Natassa
  4. “Larung” – Ayu Utami
  5. “DIlan” – Pidi Baiq
  6. “Magic” – Rhonda Byrne
  7. “Bilangan Fu” – Ayu Utami
  8. “Antologi Rasa” – Ika Natassa
  9. “Heart Station” – Linguini Remi
  10. “Bintang Bunting” – Valiant Budi Yogi
  11. “Joker” – Valiant Budi Yogi
  12. “Kedai 1001 Mimpi” – Valiant Budi Yogi
  13. “Dilan 2” – Pidi Baiq
  14. “Critical Eleven” – “Ika Natassa
  15. “An Abundance of Katherines” – John Green
  16. “N or M?” – Agatha Christie

 

Saya utamakan membaca buku dari penulis-penulis Indonesia simply menurut saya mereka butuh banyak apresiasi. Dan, jika bukan orang Indonesia sendiri yang mengapresiasi, siapa lagi? Bule-bule di luaran sana belum tentu bisa baca buku berbahasa Indonesia. Syukur-syukur sih jika buku-buku Indonesia ada yang diterjemahkan ke bahasa asing sehingga apresisasi bagi para penulisnya semakin meluas.

 

covernyaBuku yang paling membuat saya terkesan (mungkin bukan yang terbaik versi para kritikus sastra), adalah Dilan karya PIdi Baiq. Saya pernah dibuat ketawa-ketiwi membaca Drunken Monster, dan buku ini memang lucu karena kesederhanaan para karakternya—mulai dari cara mereka berkomunikasi sampai jalan cerita yang sedari awal sudah diberitahu bagaimana ending-nya, tapi toh pembaca (khususnya saya) tetap penasaran untuk menamatkan buku ini dengan segera. Tokoh Dilan ini karakterisasinya kuat sekali, padahal hanya diceritakan dari sudut pandang Milea yang pada awalnya nggak suka dengan Dilan yang notabene preman sekolah, namun secara akademik sangat cemerlang dan mencintai sastra. Konon, Kang Pidi Baiq akan merilis buku berjudul Milea yang akan menceritakan bagaimana awal pertemuan antara Dilan dan Milea, namun dari sudut pandang Dilan. Menarik!

 

3573143Well, pada dasarnya, setiap buku yang saya baca pasti memberikan
value
 terhadap kehidupan saya sehari-hari. Salah satunya adalah bagaimana cara pandang saya terhadap sebuah hubungan romansa antara dua manusia. Untuk kamu yang sering membaca blog saya, kamu pasti ngeuh kalau saya sering sekali menuliskan bagaimana hubungan romansa saya dengan seseorang di masa lalu membentuk pribadi saya yang sekarang. Begitu pula Divortiare karya Ika Natassa. Di buku ini diceritakan kehidupan Alexandra yang sudah bercerai dengan Beno Wicaksono dua tahun yang lalu. Terlepas dari gaya penceritaan Mbak Ika yang terkadang bertele-tele dan lambat, penggambaran tokoh-tokoh di buku ini cukup teliti bagaimana keegoisan seseorang bisa menghancurkan sepasang suami-istri dan bagaimana jadinya jika mereka berdua cukup berani untuk saling memberikan kesempatan kedua for good.

 

Ah, ingin rasanya memberikan kesan-kesan saya satu persatu kepada buku-buku yang sudah saya baca sepanjang tahun 2015 kemarin, namun nanti post ini akan kepanjangan dan membosankan. Saya berterima kasih kepada orang-orang yang sudah mau meminjamkan buku-bukunya untuk memenuhi resolusi saya: Rahyang Nusantara, Adi Kurniawan Maryadi, Ganjar Ramadhani Putra, Isti Siti Patimah, Citra Dewi Saraswati, dan ‘mantan’ yang sudah nggak perlu saya sebut namanya di sini hahaha~ Saya juga berterima kasih kepada ZOE Library & Café yang koleksi bukunya lumayan lengkap. Semoga tempat-tempat seperti ZOE ini makin banyak di Bandung.

 

Bismillah, dengan ini saya nyatakan resolusi tahun 2016 ini saya akan membaca buku sebanyak 15 buku.

 

Selamat Tahun Baru 2016!

 

[   ]

Gambar pinjam dari sini, sini, dan sini

Advertisements

4 thoughts on “BOOKS I’VE READ IN 2015

  1. luar biasa… sudah mempersiapkan diri untuk enam belas buku baru yang tentu belum terduga… semoga buku apapun yang akan dibaca tahun ini bisa selalu memberi kenangan (suka duka) yang mengajari kita banyak hal… pastinya yah…

    salam kenal… dan senang sekali dengar pencapaiannya di 2015. salam salut dan bangga untuk apresiasi karya indonesianya… luar biasa ^^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s