Explore Bandung, Shall We?

Tebing Keraton, The Instagram Hill

“We have two lives. The second one begins when we realise we only have one.” – Confusius

Kira-kira quote di ataslah yang bisa menggambarkan ‘keresahan’ yang hampir saya abaikan semenjak tahun 2013 kemarin.

Pernah gak sih kamu bangun di pagi hari dan tetiba berpikir tentang kematian? Lebih jauh lagi, kamu akhirnya sadar bahwa kamu belum tentu panjang umur? Saya pernah. Dan, saya panik bukan main. Tergesa-gesa saya ambil air wudhu dan mendirikan shalat Subuh, lalu meminta petunjuk Tuhan atas pikiran-pikiran ‘gila’ yang saya dapat dalam sekejap tadi. Apa artinya, Tuhan? Apa ini pertanda bahwa saya… akan mati muda?

Pertanda ini berlanjut sampai tahun 2014. Banyak teman-temannya teman saya meninggal di usia yang bahkan belum menginjak usia tiga puluh tahun—entahlah mereka sakit apa. Puncak dari ‘pertanda’ ini adalah meninggalnya salah satu teman saya yang dibunuh oleh seorang lelaki yang baru saja ia kenal dari media sosial. Pepatah ‘umur manusia cuma Tuhan yang tahu’ semakin makes sense. Selama ini, saya terlalu percaya diri kalau saya akan berumur panjang.

Mengadulah saya kepada Tuhan, karena akhirnya saya mengerti apa yang ingin Ia sampaikan selama ini. Dalam beberapa minggu, akhirnya ‘keresahan’ ini berangsur-angsur hilang. Saya semakin sadar bahwa—selain Tuhan—kematian juga amat sangat dekat dengan kita. Somehow, istilah ‘mati muda’ jadi lekat dengan kehidupan pribadi saya. Saya akan mati muda, desis saya sesekali ketika pikiran saya sedang kosong. Awalnya, hal itu menyeramkan. Sekarang? Hal itu justru menenangkan. Menenangkan karena seolah-olah saya sudah mengetahui kapan saya akan mati. Bukankah beberapa orang sangat ingin tahu kapan ia akan terakhir menghembuskan napas terakhirnya?

Efek positif dari berpikiran ‘mati muda’ terus berlanjut sampai detik ini—saat menulis posting-an ini. Karena cukup yakin akan ‘mati muda’, saya jadi semakin jarang membuang-buang waktu. Ketika ada waktu luang sedikit saja, saya akan memanfaatkannya untuk berbuat sesuatu yang bisa membuat hidup saya lebih bermanfaat. Let’s say, baca buku. Atau beres-beres kamar. Atau menyapa teman yang sudah lama nggak kita tanyakan kabarnya secara personal.

Atau… jalan-jalan?

Saya bukan tipikal orang yang punya jadwal tentu untuk jalan-jalan; saya bahkan lebih senang menghabiskan waktu luang di penghujung minggu untuk membawa buku sampai ketiduran atau menonton film-film bajakan di laptop saya sampai pingsan. Namun, semenjak pikiran ‘mati muda’ ini menjangkiti sel-sel otak saya, saya jadi nggak mau diam. Sudah cukup saya melihat ‘dunia’ dari sesuatu yang bernama ‘jendela dunia’ alias buku. I want to see the world with my bare eyes.

Tapi, saya sadar… dunia terlalu luas. Bahkan, Bandung saja menurut saya luas sekali. Banyak tempat-tempat wisata, tempat bersejarah, tempat unik, atau tempat rekreasi yang belum pernah saya jamah sama sekali—dan saya malu karenanya. Kenapa? Karena saya lahir dan besar di Bandung, tetapi saya hanya tahu secuil tentang Bandung. Oleh karena itu, akhirnya saya membuat resolusi di 2015 ini untuk menjelajahi Bandung dan sekitarnya (Cimahi, Lembang, Subang, Soreang, Pangalengan, dll).

Saya mungkin nggak punya waktu banyak (dan uang banyak) untuk berkeliling dunia menjelajahi berbagai benua. Tapi, setidaknya, ketika saya mati (muda) nanti, saya sudah menjelajahi semua tempat-tempat yang harus saya kunjungi di Bandung.

Let’s explore Bandung this year, shall we?

 

Foto pinjam dari sini.

4 thoughts on “Explore Bandung, Shall We?

  1. Bucket list ku tahun ini kebanyakan juga jalan-jalan disamping beberapa hal penting lain. Nggak muluk-muluk, sih, ke tempat yang sebelumnya nggak pernah tahu ada di dekat kita atau keluar kota. (kita?) #eaa Ada pikiran juga buat random getaway ke mana gitu, switch off the phone, internet, and get lost. :’))

      1. hahaha… aku ndak punya pacar. cuma temen. *halah* #disampluktiketkereta we have a plan to go somewhere next month.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.