Mata Rantai yang Harus Diputus

Posesif - 1

 

Naif.

Kata itu yang biasanya muncul setiap saya membaca atau mendengar kata ‘posesif’. Bukan, bukan ‘naif’ adjektiva, melainkan grup band yang melejit dengan lagu berjudul ‘Posesif’ di awal tahun 2000an. Kalau kamu dulu anak nongkrong MTV, video musik yang dibintangi oleh Alm. Avi—salah satu anggota Silver Boys—ini sangat ikonik. Lagunya enak, walaupun dulu saya sama sekali nggak paham dengan kata ‘posesif’ itu sendiri. Yang saya hapal dari lagu itu ya bagian, “Mengapa aku begini, jangan kau mempertanyakan” dan “Bilaku mati, kaujuga mati. Walau tak ada cinta sehidup semati”.

 

[  ]

 

Tahun 2012, mantan saya (yang pada saat itu pacar saya) dengan tegas meminta saya untuk ngga ketemuan dengan teman-teman dekat saya. Saat itu hubungan kami baru jalan dua bulan dan menjalani LDR, dan itu adalah momen pertama ia melarang saya. Continue reading “Mata Rantai yang Harus Diputus”

Advertisements

Monster Under My Bed

Pukul 23.45          

 

“Lima belas menit lagi… dan semuanya akan kuakhiri. Semua mimpi dan kenyataan buruk ini,” desis lelaki berbadan tegap yang terlihat layu dan acak-acakan itu. Ia tersenyum kecut menatap refleksinya sendiri di sebilah pisau satu-satunya yang ia miliki di dapur rumah yang ia tinggali sedari kecil tersebut.

 

***

 

Beberapa hari yang lalu…

Aku terbangun dengan keringat dingin sebelum alarm dari ponselku berbunyi pagi ini—sebuah prestasi. Apartemen mungil yang baru kutinggali selama dua minggu ini padahal nyaman betul, tetapi tiap gelapnya malam datang tetap saja membuat aku sedikit kalut. Ini semua karena dongeng yang Mama pernah ceritakan kepadaku saat aku berumur tiga tahun—yang sebenarnya keabsahan faktanya tidak masuk akal, tetapi entah mengapa dongeng itu begitu lekat menempel di sudut-sudut otak.  Continue reading “Monster Under My Bed”

Books I’ve Read in 2016 and How To Read Them

 

cold1

 

Hello, 2016 survivors.

 

Mari kita hindari topik bagaimana tahun 2016 was such a bitch, karena toh saya yakin masih ada hal-hal menyenangkan di tahun 2016 yang bisa kita kristalkan untuk dikenang lagi. Iya nggak, sih?

 

Salah satu hal menyenangkan di tahun 2016 versi saya adalah saya masih bisa menyempatkan membaca buku fiksi. FYI, saya membuat resolusi 2016 untuk membaca buku fiksi sebanyak 15 buku di postingan ini, daaan… Continue reading “Books I’ve Read in 2016 and How To Read Them”

Pertamax yang Pertama

504295_12493316032015_pertamax

 

Saya nggak bisa ingat di mana tepatnya saya mendengar atau membaca pertanyaan ini:

 

“Banyak orang bilang kalau waktu adalah uang. Kalau memang iya, kenapa mereka tetap kekeuh ngantre panjang untuk ngisi bensin Premium ketimbang Pertamax?”

 

Sekilas, mungkin kamu akan bereaksi, “Yaiyalah mending antre, kan Premium jauh lebih murah!” Oke, bagaimana kalau kita kembali ke pernyataan “Waktu adalah uang”, bisa jadi orang-orang yang memilih mengantre untuk Premium ini Continue reading “Pertamax yang Pertama”

Seven Days on Tinder

tinder-600x338-e1439412008227

 

Sebelumnya, saya ingin meminta maaf karena bulan kemarin saya nggak sempat… atau lebih tepatnya terlalu malas untuk menulis sesuatu di blog ini. Jujur, semenjak blogpost yang terakhir itu (dan mendapat cukup banyak respon positif), saya jadi agak enggan untuk menuliskan hal-hal pribadi saya. Saya merasa bahwa dengan menuliskan atau memberi sudut pandang lain dari sebuah kasus yang sedang ramai diperbincangkan lebih bermanfaat untuk dibaca.

 

But, then, I remember that I am a self-centered bitch. So, I decided to write this LOL

 

Jumat, 3 Juni 2016, saya memberanikan diri untuk menginstal salah satu dating application yang paling terkenal di dunia: Tinder! Continue reading “Seven Days on Tinder”